You are here

Ajak Si Kecil Aktif Bergerak, Agar Sehat

Tak hanya asupan yang memegang peran penting si kecil tumbuh sehat. Pola aktivitasnya pun perlu diperhatikan.

Pada masa pertumbuhan, anak cenderung senang bermain. Di usia balita ia bermain dengan cara mengeksplorasi lingkungannya. Bergerak menjajal kemampuan motoriknya. Tetapi, seketika mencapai usia sekolah, pola aktivitas anak cenderung berubah.

Terhipnotis layar kaca
Perhatikan saja perubahan si kecil. Segera setelah memasuki usia sekolah, ia cenderung tertarik pada aktivitas di depan monitor; baik televisi - untuk menonton film kartun kesayangan, atau DVD, memainkan video games, ataupun bermain games dan berinternet di komputer/tablet.

Aktivitas tersebut sebenarnya bukan sama sekali tidak baik dilakukan oleh anak. Games, film ataupun aktivitas berinternet, memiliki sisi manfaat. Sayangnya, karena cenderung dilakukan sambil duduk, aktivitas ini sebaiknya dibatasi. Karena dalam masa perkembangan, anak perlu bergerak agar tubuhnya senantiasa sehat.

Mengapa perlu bergerak?
Beraktivitas aktif sangat dibutuhkan anak pada masa perkembangannya. Selain memberi kesempatan pada si kecil untuk melatih keterampilan motoric halus dan kasarnya, bermain aktif dapat membantu perkembangan sosial dan emosi anak, juga mendukung proses pertumbuhan fisiknya menjadi optimal.

Cara membuat si kecil bergerak
Sebagai orang tua, kita punya otorita untuk membuat si kecil aktif bergerak. Pastikan saja untuk:

  • Batasi waktu di depan monitor. Beri tahu si kecil bahwa di dalam satu hari, ia hanya boleh melakukan aktivitas di depan layar kaca selama 2 jam. Tentu saja ini tidak termasuk waktu ia mengakses internet untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
  • Cari tahu aktivitas fisik yang menarik si kecil. Tidak semua anak suka bermain sepakbola, atletik atau basket. Bisa jadi anak Anda tertarik mendalami karate, balet, atau ice skating. Berikan kesempatan si kecil mengasah hobinya ini secara teratur, rutin setiap minggu.

Hal penting lainnya, adalah: jika Anda ingin si kecil bergerak, tentunya sebagai orang tua, Anda pun harus mencontohkannya. Jangan lupa berolahraga teratur ya parents. Yuk, jadi teladan buat buah hati kita.

Baca Juga